RSUK

PPGDON RSUK 2017

Upaya Preventif Untuk Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi RSU Kaliwates Adakan Pelatihan Kebidanan

Lusi Setiyawati | Selasa, 19 September 2017 - 13:28:01 WIB | dibaca: 90 pembaca

Upaya Preventif Untuk Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi

RSU Kaliwates Adakan Pelatihan Kebidanan

 

Jember – Jember dan sekitarnya termasuk wilayah dengan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) tertinggi di Jawa Timur(Jatim), bahkan di Indonesia. Hal ini banyak disebabkan kurangnya pemahaman mengenai penanganankasus kegawatdaruratan pada ibu dan bayi yangbaru lahir.

Kondisi itulah yang menginisiasi RSU Kaliwates Jember bersama Sari Husada unutk mengadakan pelatihan penanganan gawat darurat obstetric dan neonatus (PPGD-ON) selama empat hari hingga minggu (17/9) kemarin. Tak kurang dari 85 peserta bidan dan tenaga medis dari rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama dari Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi mengikuti pelatihan tersebut.

Ketua panitia PPGD-ON 2017 dr Rakhman Tyas Perdana menuturkan, mayoritas peserta datang dari faskes tingkat pertama. Ini sengaja digagas, karena mereka adalah bidan pertama yang menemukan kondisi kegawat daruratan di masyarakat.” Kalau bisa dicegah sejak dini, maka angka kematian bisa ditekan,” Ujarnya.

Selain itu, visi di bidang ilmu kesehatan dan kebidanan yang sebelumnya berorientasi pada pengobatan kini perlu diubah menjadi pencegahan. Perubahan ini harus dilakukan dalam bentuk upaya pencegahan, peningkatan, dan perlindungan yang lebih optimal kepada ibu dan bayi. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan serta tindakan emergency up to date yang cepat, tepat dan aman.

Hal lain yang perlu ditingkatkan adalah kesiapsiagaan dari sumber daya manusia kebidanan yang ada. Untuk mencapai semau itu, dr Rakhman menilai perlu adanya pembekalan seluruh SDM baik yang masih di akademi maupun yang sudah bekerja. “Sehingga bidan dan tenaga medis memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang penanganan korban gawat darurat obstertri dan neonatus,” lanjutnya.

Tak hanya penanganan kegawatdaruratan, peserta juga mendapat informasi mengenai suplai gizi yang memadai bagi ibu dan bayi. Dengan demikian para bidan juga bisa menyalurkan informasi tersebut kepada ibu untuk mencegah timbulnya rekasi alergi kepada bayi. (kr/lin/cl/aro)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)